Search This Blog

Thursday, April 23, 2009

Berserah Diri


Malam ini…

Dalam kesunyian dan ketenangan

Ku bersujud padaMu

Dengan kesungguhan hati

ketulusan dan keikhlasan diri

Ku serahkan segala asa

dalam jiwa yang suci

Hanya untuk berserah diri


Kesabaran

Kesulitan yang kau temui
Kesusahan yang kau derita
Kesedihan yang kau rasakan
Semua itu pelajaran yang tertinggi
Tak perlu formula untuk merumuskannya
Tak perlu pelatihan untuk menjadi ahli
Tapi kau hanya butuh hatimu terbuka
Sehingga kau dapati samudera luas kebahagian tiada tara

Thursday, April 02, 2009

Mama, Aku Rindu Padamu


Mama,

Mengapa Kau tak pernah cerita tentang kekhawatiran dan kesedihanmu

Mengapa kau terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya dirasakan

Mengapa semua ini harus kau alami sendiri tanpa berbagi denganku

Jauhkah aku darimu,

Asingkah aku bagimu

Ketika engkau berbicara yang sebenarnya

Kesedihan yang kau alami

Kekhawatiran yang ada

Ketakutan yang dirasa

Semuanya bagai petir bagiku hingga aku

Terkulai lemas dan diam

Air mataku tak henti keluar

Mama,

Aku ingin bagian dari hatimu

Aku ingin jadi abdimu

Aku ingin berbagi denganmu

Aku ingin bersama-sama kita berjalan

Aku ingin tidur dipangkuanmu dengan belaianmu

Maafkan aku pabila slama ini aku telah menyakitimu

Ampuni aku pabila slama ini aku khilaf padamu

Mama,

Jangan pernah tinggalkan aku

Jangan pernah tinggalkan kami,

Aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik

Aku akan berjanji untuk membuatmu tersenyum lagi.

Mama

Aku Rindu padamu.

Jakarta, Juli 21 2008


Wednesday, April 01, 2009

Pilihan

Jalanan yang tidak mudah dan sukar
Penglihatan yang sempit ini harus melihat
Cakrawala yang begitu rumit sekaligus mengagumkan
Pendengaran yang sudah terkontaminasi oleh suara-suara yang kacau
Harus mendengar nada-nada yang teratur dan indah..
Hati yang sudah dipenuhi oleh segala macam rasa
Harus bisa menerima segalanya dengan Ikhlas dan Sabar
Sungguh gambaran yang sempurna bukan?
Indah dibuatnya kehidupan yang hanya sementara ini
Tapi kebenaran kelihatannya begitu samar bahkan hilang oleh Ego
Jalan yang benar begitu sepi karena tidak banyak dilewati orang
Mereka lebih memilih jalan yang penuh dengan bunga plastik
yang indahnya hanya sementara
Sedangkan jalan yang sangat panjang
penuh oleh bebungaan harum nan Indah
begitu sepi dan diacuhkan
Rasa cinta dan pujaan hanya sebatas perasaan yang sesaat
Ambisi dan emosi serta nafsu lebih berkuasa di hati mereka
Tidak sadar akan fungsi diri dan makna hidup
hingga kehidupan dilalui tanpa tujuan
Bukankah kita dianjurkan untuk “hidup dengan mulia”
atau kita memilih “hidup dengan kebahagiaan sementara”
That’s Choice….so which one we will choice?
That’s depend on you ..

Hancur

Gelas itu jatuh ke lantai
Dan menjadi pecahan beling yang tak beraturan
kucoba ambil pecahan-pecahan itu
dan kubentuk menjadi gelas kembali
dengan tambalan dimana-mana,
berhasil menjadi gelas seperti semula
tapi tak sempurna
tidak indah dan tidak berfungsi seperti dulu,
memang tidak bisa sempurna
kecuali pecahan-pecahan beling itu dilebur kembali
maka akan tercipta gelas yang baru
Jakarta, April 1 2009


Tgl 8 Maret 2009, usiaku tepat 30 tahun. 30 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Apa yang sudah aku lakukan dan pencapaian apa yang sudah aku kerjakan selama itu…..jawabannya panjang pastinya karena ditambahi dengan alasan yang kadang sangat komplikasi dan tak lepas dari alasan egoism. Mungkin sudah menjadi hal yang biasa atau bahkan sudah menjadi standar hidup setiap orang (sisi pandang manusia, red) bahwa kita harus melakukan tahap sebagai berikut : setelah selesai Sekolah, lalu Kuliah, Bekerja dan akhirnya harus menikah melanjutkan keturunan . Memang tidak ada yang salah dari tahapan tersebut, tapi apakah hanya itu ajah yang telah kita kerjakan di dunia ini tanpa peduli dengan keadaan dan kondisi lingkungan kita sekitar, apakah kita telah menjalankan hidup sesuai dengan keinginan atau aturan Sang Maha Empunya alam Semesta ini. Apakah Dia telah meridhoi apa yang telah kita lakukan?

Pertanyaan2 itulah yang selalu menjadi keresahanku dan membayangi pikiranku. Suatu Syukur dan karunia yang besar bahwa aku di beri petunjuk oleh Allah SWT. Ya…. bahwa tugas kita sebagai manusia tidak hanya itu, ada hal yang sangat mendasar yang harus dikerjakan oleh umat Islam yaitu untuk menjadikan ISLAM menjadi Rahmatan Lil Alamin……..Ya….mewujudkan kehidupan yang Islami, Kehidupan yang aman, adil dan sejahtera bagi seluruh bangsa, tidak hanya untuk umat Islam saja tetapi untuk seluruh bangsa Indonesia dan akhirnya untuk seluruh umat di dunia. Wow…..suatu tugas dan cita-cita yang tinggi dan sangat mulia bukan? Maha Agung Allah yang telah menyadarkan aku dari kegelapan dan kebodohanku selama ini . Dan dengan Rahmat dan karuniaNya aku Hijrah ke JalanMu. Aku Hijrah dari kebodohanku menuju mengikuti petunjukMu, Aku Hijrah dari Keegoisanku menuju bijaksana dan Arif, yang pada akhirnya hijrah dari kehidupan yang sekuler dan hedonis menuju hidup yang Islami, dari kehidupan yang semau gue menuju kehidupan yang teratur. I think it’s big goal for all, especially for all moslem, right?

Aku manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan, Jalan untuk menebus dan meminta ampunan atas dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat adalah dengan Taubat KepadaNya. Jangan pernah takut untuk mengakui dosa dan kesalahan-kesaalahan yang pernah dilakukan.Dengan kesungguhan hati dan kejujuran serta mengharapkan ampunanNya, aku bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi. Amiin……………
Rasa Lega membuncah dalam hatiku dan bersyukur atas Rahmat dan kesempatan yang telah diberikan Allah kepadaku untuk berIstigfar. Rasa Nikmat ini tidak tergantikan oleh apapun. Kembali pada fitrah dengan jiwa, raga dan hati yang bersih dan suci ini membuatku sadar lagi bahwa setiap detik, setiap detak jantung bahkan setiap kedipan mata sekalipun, tidak akan terlewatkan begitu saja… karena waktu itu sangat berharga. Aku tidak mau kehilangan “WAKTU” lagi.